Warga Diharapkan Jaga Kelestarian Alam Bawah Laut, Sekda Mitra Stop Bom Ikan

oleh -238 Dilihat

20191111_160628_0000MITRA, Swarakawanua-Sering terjadinya pemboman ikan di laut yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), warga diharapkan menjaga kelestarian alam di bawah laut terutama di salah satu daya tarik utama wisata di Tanah Patokan Esa.

Demi menjaga kelestarian dan ekowisata di bawah laut, Bupati Mitra James Sumendap SH lewat Sekertaris Daerah Drs Robby Ngongoloy menegaskan. Seluruh warga agar tidak menggunakan bom laut disaat beraktifitas dalam nelayan mencari ikan. Pasalnya, bom laut sendiri sangat berdampak bahaya bagi kelestarian ekowisata dibawah laut. Seperti ikan, terumbu karang yang menjadi Ikon yang menarik para wisatawan masuk ke Mitra. Termasuk didalamnya didesa Tumbak.

“Mari kita menjaga bersama-sama kelestarian alam di bawah laut, stop bom laut. Karena kita di Kabupaten Mitra begitu banyak objek wisata dalam laut yang luar biasa indahnya,”ujar Ngongoloy Senin 11 November 2019.

Kelestarian alam bawah laut sendiri merupakan bukan saja hanya Pemkab Mitra sendiri, melainkan menjadi tanggung jawab kita semua untuk memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Mitra.

“Kita menjual (pariwisata) lewat dunia maya. Banyak daerah melakukan ini dan berhasil. Mari kita menjaga objek wisata khususnya yang menjadi spot diving. Mari kita mencintai laut dengan menjaganya,” ajak Sekda disaat membuka Pelatihan pemandu wisata selam.

Tak hanya keindahan alam bawah laut, di Mitra juga memiliki spesies ikan langka yang menjadi kekayaan lainnya bagi Mitra. Untuk itu warga diimbau giat melestarikan laut dan mengelolanya sebagai destinasi wisata.

“Kita juga punya ikan langka, Ikan Raja Laut. Ikan yang paling indah karena mempunyai 53 warna. Dan masuk dalam penelitian. Karena itu, ini bom ikan, sudah jangan ada lagi,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Sekda Mitra Robby Ngongoloy, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mitra Sartje Taogan beserta para pemateri.(Cia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.