Warga Pertanyakan Soal Pembayaran, Kok Darah Sendiri Harus Bayar? Ini Penjelasan PMI Minut

oleh -874 Dilihat

Minut, Swarakawanua.com – Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran bagi seluruh pengurus PMI Provinsi, Kabupaten/Kota dan Direktur UDD tentang pelaksanaan standar tarif pelayanan.

Hal itu dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Teknis Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Minut, Nova Rapar kepada awak media, Jumat 9 Juni 2023.

Katanya, banyak masyarakat yang salah mengartikan terkait pembayaran saat melakukan donor darah di UTD PMI.

Ia mengungkapkan, melalui surat edaran dengan No. HK/MENKES/31/1/2014 dimana, pada butir 9 a, tentang pelayanan darah untuk tarif darah disesuaikan dengan tarif yang diatur di masing-masing daerah, maksimal Rp. 360.000.

“Untuk biaya yang di bayar, bukan darah, tapi, biaya pengganti pengolahan darah. Pembayaran itu dipakai untuk menggantikan semua biaya dalam proses mulai dari, pengambilan, pengolahan, sampai pada distribusi darah,” kata Rapar.

Rapar mengatakan, UTD PMI Minut telah bekerjasama dengan 4 rumah sakit yang berada di wiliayah Minahasa Utara.

“2 rumah sakit yakni RUSD Maria Walanda Maramis dan Tonsea, pasien BPJS untuk pengambilan darah akan dibayarkan oleh rumah sakit,” katanya.

Lanjut dia, sedangkan rumah sakit Hermana Lembean, pembayaran dilakukan di loket PMI tapi oleh petugas rumah sakit bukan dari keluarga pasien. Sementara untuk Sentra Medika, pelayanan melalui bank darah dan pembayaran dilakukan oleh rumah sakit ke PMI.

Jadi kata dia, kalaupun pembayaran ke PMI, itu hanya pasien umum yang dirawat di RSUD MWM dan Tonsea.

“Selama ini, pasien BPJS yang dirawat di RSUD MWM dan Tonsea, semuanya mengambil darah di UTD Minut gratis, karena UTD Minut ada KSO dengan 2 pihak tersebut, sedangkan untuk Hermana pembiayaannya dilakukan oleh pihak RS lewat petugas di loket PMI. Jadi kalau RS di Minut mengambil darah di PMI setahu saya tidak ada pembayaran,” jelas Rapar.

Pada beberapa waktu lalu, permintaan darah di PMI Minut sangat tinggi.

Demi memenuhi ketersediaan darah PMI Minut terus melakukan terobosan dengan berbagai cara.

“Di Minahasa Utara, mencari pendonor secara sukarela sangat susah, untuk itu ibu Ketua PMI Minut Kristi Karla Arina (KKA) berinovasi dengan menggelar kegiatan donor darah di Desa-desa maupun SKPD dan Perusahan-perusahan,” kata Rapar.

Meski begitu, perjuangan PMI Minut dalam memenuhi permintaan darah butuh perjalanan panjang. Sering menjadi bulan-bulanan keluarga pasien jika persediaan darah habis.

“Banyak yang melihat bahwa PMI Minut sering melakukan kegiatan, semua itu semata-mata untuk memenuhi permintaan darah yang sangat banyak, akan tetapi, di setiap kegiatan donor darah sukarela, kita biasannya hanya mendapatkan 4-10 kantong darah. Sementara PMI Minut harus melayani kebutuhan darah dari 2 RS tipe B dan 2 RS tipe C dengan kebutuhan darah 15 hingga 25 kantong per hari,” ungkap Rapar.

Untuk itu ia berharap, jika ada pihak-pihak yang ingin mendonorkan darah baik secara individual maupun kelompok bisa langsung menghubungi pihak PMI Minut.

“Bisa langsung datang ke UTD PMI Minut yang saat ini bertempat di RSUD Maria Walanda Maramis,” tukas Kabag Teknis UTD PMI Minut.
(MJS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.