Wurangian Minta Agar Pemprov Sulut Waspada Wabah Virus Penyakit Menyerang Ternak Babi

oleh -180 Dilihat

MANADO,Swarakawanua.com-Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Cindy Wurangian meminta Pemerintah Provinsi Sulut untuk waspada terhadap wabah virus penyakit yang menyerang pada ternak babi, African Swine Fever (ASF) yang melanda beberapa daerah di Indonesia.

Ditemui di Gedung DPRD Sulut, Selasa 22 Juni 2021, Wurangian menghimbau untuk Dinas terkait untuk selalu waspada terhadap wabah virus ini.

“Terkait dengan wabah ASF yang melanda, yang menyerang ternak babi dan melanda banyak daerah di seluruh Indonesia maka kami (DPRD) terus menerus berkoordinasi dan menghimbau agar pemerintah Provinsi Sulut melalui dinas Terkait tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sampai tingkat kecamatan, kelurahan dan desa untuk dapat selalu waspada karena wabah ini sangat mematikan walaupun tidak akan berefek pada manusianya,
tapi ketika wabah ini masuk, maka peternakan babi bisa habis dalam seketika,”ujar Wurangian.

Walupun di Sulut sendiri diungkapkan Wurangian masih aman terhadap wabah ini, namun dirinya berharap Pemrov Sulut bisa mengambil langkah-langkah preventif guna mengantisipasi masuknya wabah penyakit ini.

“Selalu menghimbau pada dinas terkait untuk mengambil langkah preventif pada standar operation prosedur (SOP) yang jelas, dimana tentunya pencegahan selalu lebih baik daripada penyesalan, ketika sudah terjadi tidak perlu saling menyalahkan, untuk sekarang kita berkaca dari daerah lain maka langkah langkah pencegahan yang jelas, terstruktur dan sistematis itu harus segera ada,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara lr. Novly Wowiling mengatakan, Sulut masih aman dengan virus ASF ini, tetapi sebagai Pemerintah pihaknya berharap tetap waspada dan menghindari dampak-dampak yang akan ternak pada ternak babi.

Pemprov Sulut sudah melakukan sosialisasi dan langkah antisipatif seperti memberikan himbauan pertama, batasi orang yang masuk berdatangan dari bandara, pemberian pakan yang berkualitas, jangan memberikan sisa-sisa  makanan dari dapur serta makanan dari sisa dari airpot.

“Kami telah melakukan sosialisasi mengantisipasi wabah virus ASF kepada masyarakat melalui sosialisasi dan koordinasi terus dilakukan agar virus ASF tidak akan masuk di Sulut,”pungkasnya.

Seperti diketahui African Swine Fever (ASF) adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100% sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Virus ASF sangat tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.

Saat ini ada 16 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara yang terdampak penyakit ASF, diantaranya Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Karo, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Langkat, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, dan Medan.

ASF tidak berbahaya bagi manusia dan bukan masalah kesehatan masyarakat. ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) jadi produk babi dipastikan tetap aman untuk konsumsi.

(Feicy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.